Judul Buku : Habibie tak Boleh Lelah dan Kalah!
Penulis : Fachmy Casofa
Penerbit : Jakarta: Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tahun Terbit : Maret 2014 (Cetakan ke-2)
Halaman : xx, 236 halaman
Penulis : Fachmy Casofa
Penerbit : Jakarta: Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tahun Terbit : Maret 2014 (Cetakan ke-2)
Halaman : xx, 236 halaman
Padamu pahlawan, padamu pejuangDikenal maupun tidak dikenal
Terimalah persembahan kami, generasi penerus
Karya kami teknologi canggih umat manusia
Kami kuasai, kami miliki
Kami kembangkan kami kendalikan
Mandiri….. Untukmu ibu pertiwi…..
Meneruskan perjuangan masyarakat Indonesia
Adil dan makmur berdasarkan Pancasila UUD’45
Pembangunan berkesinambungan
Dengan semangat, tekad, tak mengenal lelah
Tak mengenal menyerah
Semangatmu pahlawan, pejuang bangsa
Di bumi Indonesia
Di alam baka
Kami lanjutkan sepanjang masa
dakwatuna.com
Padamu ibu pertiwi
(Puisi
yang ditulis oleh Habibie, sebagai Direktur Utama IPTN Bandung, pada
tanggal 19 November 1994 pukul 11.55-12.00 WIB, sehari sebelum
peluncuran pesawat terbang N-250/Gatotkoco)
Buku Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah! merupakan
sebuah persembahan untuk generasi Muda Indonesia melalui semangat tokoh
inspiratif, B.J. Habibie. Buku ini terdiri dari kisah Habibie dari
kecil serta 50 gagasan brilian Habibie tentang kehidupan yang disajikan
dengan foto dokumentasi Habibie.
Mimpi Habibie untuk menjadi seorang
insinyur sejak kecil membuatnya giat membaca dan belajar. Habibie sempat
menempuh pendidikan di Makassar, kemudian pindah ke Jakarta. Habibie
kemudian dipindah lagi ke Bandung, yaitu di Jalan Ranggamalela No.21,
dekat dengan rumah Ainun. Habibie melanjutkan kuliah di ITB selama 6
bulan dan melanjutkan studi di Jerman. Ketika kembali ke Bandung,
pertemuan Habibie dan Ainun mengubah pandangan Habibie terhadap Ainun
dengan satu kalimat yaitu, “Gula jawa itu telah berubah menjadi gula
pasir”. Mereka pun menikah dan tinggal di Jerman. Setelah bekerja di
Jerman, Habibie ingin mewujudkan sumpahnya untuk mengembangkan
Indonesia. Ia pun kembali ke Indonesia dan membuat pesawat terbang karya
anak bangsa melalui IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara),
N250/Gatot Koco. Akan tetapi, berkembangnya industri pesawat terbang di
Indonesia terhambat oleh reformasi yang menyebabkan Presiden Soeharto
menutup IPTN.
Sekilas cerita tentang Habibie
mengantarkan pembaca untuk memiliki kecintaan yang tinggi pada
Indonesia. Terdapat 50 gagasan yang disampaikan Habibie dalam buku ini,
tentang nasionalisme, semangat pembangunan, cinta, pendidikan, keluarga,
mimpi, cita-cita, karakter, persahabatan, berkarya, dan kreativitas.
Kisah Habibie dan 50 gagasan
briliannya memberikan semangat pada anak bangsa untuk belajar dan
berkarya dengan cerdas sehingga mampu berkontribusi pada Bangsa dan
Negara. Dokumentasi Habibie dalam buku ini mampu memvisualisasikan
tulisan buku yang ringkas dan padat sehingga tidak membuat pembaca
merasa bosan.
Habibie tak Boleh Lelah dan Kalah!
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/10/29/59109/habibie-tak-boleh-lelah-dan-kalah/#ixzz3HYBwH8gc
RSS Feed
Twitter
07.23
Unknown
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar